Mengemis Kasih

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi ku ulangi kembali
Gerak Dosa yang menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

Tags:, , , , , ,
Add Favorites/Bookmarks:These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • BlinkList
  • del.icio.us
  • digg
  • feedmelinks
  • Furl
  • Ma.gnolia
  • RawSugar
  • Shadows
  • Simpy
  • Spurl
  • YahooMyWeb

3 Comments so far »

  1. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan? « DodoNET said,

    Wrote on September 19, 2007 @ 2:06 pm

    [...] adalah salah satu nasyid lama yang paling aku suka, Mengemis Kasih, kalo gak salah yang nyanyi The Zikr di albumnya Secercah [...]

  2. zevin said,

    Wrote on February 20, 2008 @ 5:46 am

    lebih nikmat ketimabang nyanyi eh ehe eh.. umbrella.. eiuy eiuy eiuy…
    menentramkan jiwa…

  3. Dodo said,

    Wrote on April 11, 2008 @ 1:00 pm

    #Zevin:
    Yah ini salah satu nasyid yang paling aku suka. Menggetarkan jiwa, merasa dosa makin menggunung

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment: