logo logo

Korupsi?

Lah postingan ini sebenere mo di tulis beberapa waktu lalu untuk urun pendapat atas pertanyaan Mbak Jennie tapi baru sekarang sempet nulis. Telat gak apa-apa lah.

  1. Dari segala jenis korupsi yang berlangsung di mana-mana, yang mana yang paling mengganggu Anda? Mengapa?
  2. Menurut opini Anda sebagai warga negara dan pembayar pajak, hal-hal apa saja yang menurut Anda paling penting untuk diperhatikan pemerintah? (Kan sebagai “customer” yang sudah membayar, toh Anda berhak untuk menerima sesuatu timbal balik.)
  3. Hal-hal apa saja menurut Anda bisa diperbaiki oleh kita semua (anggota masyarakat dengan cara “one breath at a time” versi yang biasa saya sebut2 itu) supaya korupsi tidak tambah meraja lela?

Nah itu pertanyaan-pertanyaan Mbak Jennie.
Jawaban saya mungkin beda ya dibanding temen-temen lain. Menurut saya korupsi yang paling menyesakkan dada adalah korupsi di rana politis, masalah penguasaan sumber daya alam oleh asing seperti kasus Freeport, Blok Cepu, Privatisasi… karena potensi kerugian negara sangat-sangat besar. Juga kasus-kasus korupsi kelas kakap yang merugikan negara trilyunan rupiah, kasus BLBI misalnya. Itu langsung menohok rasa keadilan. Apalah artinya dibanding korupsi di jalan kadang toh, itu juga karena kita yang salah dan kita sendiri pula yang nawarin damai. :)

Pendidikan adalah yang paling penting. Karena ini adalah pondasi dan modal utama kemajuan bangsa dan masyarakat.

One breath at a time“? Mimpi kali ye… :-d
Gak usah muluk-muluk lah. Pakai rumus 3M yang paling gampang, jangan mengharap orang lain. Mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini juga!.
ha…haaa… bab berapa mba? :-)

Artikel lainnya:

bottom

2 Comments »

  1. avatar Jennie S. Bev Says:

    Thank you buat partisipasinya. Sudah saya save pendapat Anda ini di dalam kepala dan hati saya.

    Jennie S. Bev

  2. avatar Dodo Says:

    Jangan lupa save di hati juga Mbak, itu yang penting he… :-)

    /dodo

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

bottom