Adam Air oh AdamAir….

saya bukan termasuk tipe yang suka mengeluh atau latah ikut menghujat orang lain. Tapi dalam kasus Adam Air rasanya perlu juga berbagi cerita keluhan. Karena saya termasuk pengguna jasa layanan pernerbangan yang rutin bolak balik Surabaya Balikpapan. Maklum tempat kerja di Balikpapan sementara rumah masih di Surabaya.

Sejak peristiwa hilangnya Adam Air KI-574 di perairan Majene Sulawesi Barat 1 Januari lalu saya malah lebih sering menggunakan Adam Air. Bukannya sengaja tapi terpaksa. Saya sering pulang mendadak dan kehabisan pesawat lain jadi alternatif terakhir cuma Adam Air. Rupanya banyak orang berpikiran sama sehingga walau tiketnya paling murah tetapi tetap merupakan pilihan terakhir.

Amburadulnya manajemen Adam Air bisa tercermin dari ketidak profesionalan para awak kabin.
Kadang sesama awak kabin bercanda saat bertugas. Bayangkan, pas lagi peragaan penggunaan alat-alat keselamatan ada awak kabin lain nggodain. Dan peristiwa tersebut sering terjadi terutama bila awak kabinnya ada yang cowok (namanya apa ya? pramugara???).
Kalau boleh usul tidak usah lah ada pramugari cowok, disamping kadang tingkahnya kurang simpatik juga mengganggu pemandangan. :-D
Tidak semua begitu. Ada juga seh yang profesional.

Ketidakdisiplinan bukan hanya milik awak kabin tetapi juga Para penumpang. Sering saya lihat masih ada saja yang menelepon/mengaktifkan HP didalam pesawat. Atau tindakan-tindakan yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain seperti tidak menegakkan sandaran kursi & melipat meja. Yang parah ada yang gak pakai sabuk pengaman, cuma dikalungkan di paha tanpa dikunci. Kadang yang begitu lolos dari pengawasan pramugari.

Okelah mari kita sama-sama saling menjaga.

Saya sangat SETUJU dengan penghentian pengoperasian B737-300 AdamAir oleh Dephub.
Biar kedepan mereka berusaha lebih profesional. Minimal ganti pesawat yang lebih baru dan lebih layak terbang. Kalau dirasa-rasa naik B737-300 seperti naik bis tua yang lewat tanjakan. Takut gak kuat ngangkat :-) .
Beda deh dibanding naik Boeing MD-nya Lion Air. Biar selalu delay tetapi lebih merasa aman.

Foto di bawah baru saya ambil minggu kemarin dari sayap kiri AdamAir.
Subhanallah indah sekali di atas sana.

Adam Air

Nah yang ini sesaat Adam Air mau landing di Juanda dari arah timur (laut). He padahal biasanya landing dari arah barat ya….

Adam Air Juanda

Tags:
Add Favorites/Bookmarks:These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • BlinkList
  • del.icio.us
  • digg
  • feedmelinks
  • Furl
  • Ma.gnolia
  • RawSugar
  • Shadows
  • Simpy
  • Spurl
  • YahooMyWeb

3 Comments so far »

  1. adik said,

    Wrote on August 25, 2007 @ 4:54 pm

    wah cerita yang menarik…
    btw,mas dodo emang kerjanya di bidang apa? ko bisa sih kerja di balikpapan rumah di surabaya? knapa ga tinggal di balikpapan aja, kan lebih murah kalo tinggal di sana, daripada mesti bolak balik surabaya balikpapan, ngabisin ongkos.. :)

  2. Dodo said,

    Wrote on August 26, 2007 @ 1:01 am

    @adik:
    Terimakasih, rencananya juga pengin tinggal di balikpapan, cuma berhubung kemungkinan tidak lama tugas di sini ya mending kost aja.

    Kerja? internet marketer… he… LOL

  3. Yuni said,

    Wrote on August 6, 2008 @ 5:04 am

    Nice story … saya setuju kalo semua menjaga dan kesadaran diri untuk menjaga keselamatan bersama itu penting
    jadi bagi semua masyarakat…harap menjaga kesalamatan sendiri….terkadang Pesawat sudah oke tapi kalo kalian sendiri ga menjaga keselamatan diri sendiri maka sama saja bohong :)

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment: